You are receiving this information because Ary Desman wants you to join ICQ. To opt out of receiving future emails from ICQ users inviting you to join the ICQ service, please click here.
Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Ssitem Pendidikan Nasional, pendidikan diadtikan sebagai pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Lebih lanjut, mengenai fungsi pendidikan dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan dua batasan di atas, maka pendidikan di Indonesia ini tidak hanya memprioritaskan perkembangan aspek kognitif atau pengetahuan peserta didik, namun juga tetapi perkembangan individu sebagai pribadi yang unik secara utuh. Oleh karena setiap satuan pendidikan harus memberikan layanan yang dapat memfasilitasi perkembangan pribadi siswa secara optimal berupa bimbingan dan konseling. Pemahaman mengenai apa dan bagaimana layanan bimbingan di sekolah mutlak diperlukan oleh pengawas.
Hal ini merupakan bagian dari kompetensi supervisi manajerial yang harus dilakukannya terhadap setiap sekolah yang berada dalam lingkup binaannya.
Denagan ini sangat diharpakan para guru (konselor) bisa dan dapat;
1. Memahami konsep bimbingan dan konseling di sekolah.
2. Mengetahui kompetensi guru pembimbing (konselor) di sekolah.
3. Memahami program bimbingan dan konseling di sekolah.
4. Memahami evaluasi bimbingan dan konseling di sekolah.
5.Mampu mendorong dan memfasilitasi keberadaan dan optimalisasi fungsi bimbingan dan konseling di sekolah.
PEMBAHASAN
Pengertian, Tujuan, Fungsi, Sasaran, dan Urgensi Bimbingan Konseling di Sekolah
A.Pengertian Bimbingan dan Konseling di Sekolah
1. Pengertian Bimbingan
Untuk memperoleh pengertian yang jelas tentang “bimbingan”, berikut dikutipkan pengertian bimbingan (guidance) menurut beberapa sumber. YearBook of Education (1955) menyatakan bahwa: guidance is a process ofhelping individual through their own ffort to discover d develop theirpotentialisties both for personal happiness and social usefulness. Definisi yang diungkapkan oleh Miller (dalam Jones, 1987) nampaknya merupakan definisi yang lebih mengarah pada pelaksanaan bimbingan di sekolah. Definisi tersebut menjelaskan bahwa:
“Bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahan diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukapenyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah, keluarga, serta masyarakat”.
Dari definisi-definisi di atas, dapatlah ditarik kesimpulan tentang apa sebenarnya bimbingan itu, sebagai berikut:
a.Bimbingan berarti bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang memerlukannya. Perkataan “membantu' berarti dalam bimbingan tidak ada paksaan, tetapi lebih menekankan pada pemberian peranan individu kearah tujuan yang sesuai dengan potensinya. Jadi dalam hal ini, pembimbing sama sekali tidak ikut menentukan pilihan atau keputusan dari orang yang dibimbingnya. Yang menentukan pilihan atau keputusan adalah individu itu sendiri.
b.Bantuan (bimbingan) tersebut diberikan kepada setiap orang, namun prioritas diberikan kepada individu-individu yang membutuhkan atau benar-benar harus dibantu. Pada hakekatnya bantuan itu adakah untuk semua orang.
c.Bimbingan merupakan suatu proses kontinyu, artinyan bimbingan itu tidak diberikanhanya sewaktu-waktu saja dan secara kebetulan, namun merupakan kegiatan yang terus menerus, sistematika, terencana dan terarah pada tujuan.
d.Bimbingan atau bantuan diberikan agar individu dapat mengembangkan dirinya seamaksimal mungkin. Bimbingan diberikan agar individu dapat lebih mengenal dirinya sendiri (kekuatan dan kelemahannya), menerima keadaan dirinya dan dapat mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuannya.
e.Bimbingan diberikan agar individu dapat menyesuaikan diri secara harmonis dengan lingkungannya, baik lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Dalam penerapannya di sekolah, definisi-definisi tersebut di atas menuntut adanya hal-hal sebagai berikut:
a.Adanya organisasi bimbingan di mana terdapat pembagian tugas, peranan dan tanggung jawab yang tegas di antara para petugasnya.
b.Adanya program yang jelas dan sistematis untuk: (1) melaksanakan penelitian yang mendalam tentang diri murid-murid, (2) melaksanakan penelitian tentang kesempatan atau peluang yang ada, misalnya: kesempatan pendidikan, kesempatan pekerjaan, masalahmasalah yang berhubungan dengan human relations, dan sebagainya, (3) kesempatan bagi murid untuk mendapatkan bimbingan dan konseling secara teratur.
c.Adanya personil yang terlatih untuk melaksanakan program-program tersebut di atas, dan dilibatkannya seluruh staf sekolah dalam pelaksanaan bimbingan.
d.Adanya fasilitas yang memadai, baik fisik mupun non fisik (suasana, sikap, dan sebagainya).
e.Adanya kerjasama yang sebaik-baikya antara sekolah dan keluarga, lembaga-lembaga di masyarakat, baik pemerintah dan non pemerintah.
2. Pengertian Konseling
Konseling atau counseling dianggap identik dengan psychoterapy, yaitu usaha menolong orang-orang yang mengalami gangguan psikis yang serius, sedangkan bimbingan dianggap identik dengan pendidikan.
Rogers (dalam Kusmintardjo, 1992) memberikan pengertian konseling sebagai berikut: Counseling is a series of direct contats with theindividual which aims to offer him assistance in changing his attitude andbehavior. Konseling adalah serangkaian kontak atau hubungan bantuan langsung dengan individu dengan tujuan memberikan bantuan kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya).
Selanjutnya Mortensen (dalam Jones, 1987) memberikan pengertian konseling sebagai berikut: Counseling may, therefore, be defined as apesonto person process in which one person is helped by another to increase inunderstanding and ability to meet his problems”. Konseling dapat didefinisikan sebagai suatu proses hubungan seseorang dengan seseorang di mana yang seorang dibantu oleh yang lainya untuk menemukan masalahnya.
Dengan demikian jelaslah, bahwa konseling merupakan salah satu teknik pelayanan bimbingan secara keseluruhan, yaitu dengan cara memberikan bantuan secara individual (face to face relationship). Bimbingan tanpa konseling ibarat pendidikan tanpa pengajaran atau perawatan tanpa pengobatan. Kalaupun ada perbedaan di antara keduanya hanyalah terletak pada tingkatannya.
B. Tujuan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Lebih lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai: (a) kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, (b) kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, (c) hidup bersama dengan individu individu lain, (d) harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian peserta didik dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat umumnya.
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, peserta didik harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan melaksanakan tujuan hidupnya serta merumuskan rencana hidup yang didasarkan atas tujuan itu; (2) mengenal dan memahami kebutuhannya secara realistis; (3) mengenal dan menanggulangi kesulitan-kesulitan sendiri; (4) mengenal dan mengembangkan kemampuannya secara optimal; (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan pribadi dan untuk kepentingan umum dalam kehidupan bersama; (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan di dalam lingkungannya; (7) mengembangkan segala yang dimilikinya secara tepat dan teratur, sesuai dengan tugas perkembangannya sampai batas optimal.
Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah ialah agar peserta didik, dapat: (1) mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin; (2) mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri; (3) mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan; (4) mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya; (5) mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan; (6) memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.
Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasainya sebaik mungkin. Pengembangan potensi meliputi tiga tahapan, yaitu: pemahaman dan kesadaran (awareness), sikap dan penerimaan (accommodation), dan keterampilan atau tindakan (action) melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
C. Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut adalah :
a.Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik pemahaman meliputi :
1)Pemahaman tentang diri sendiri peserta didik terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru pembimbing.
2)Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk didalamnya lingkungan keluarga dan sekolah) terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru pembimbing.
3)Pemahaman lingkungan yang lebih luas (termasuk didalamnya informasi jabatan/pekerjaan, informasi social dan budaya/nilainilai) terutama oleh peserta didik.
b.Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya dan terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat, ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.
c.Fungsi penuntasan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik.
d.Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling untuk mencapai hasil sebagaimana terkandung didalam masing-masing fungsi itu. Setiap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasilhasil. Yang dicapainya secara jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi.
D. Sasaran Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Sasaran bimbingan dan konseling mencakup:
·Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, aga, agama, dan status social ekonomi.
·Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku yang unik dan dinamis.
·Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama pada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanan.
Prinsip bahwa bimbingan melayani semua individu, hendaknya dapat diimplementasikan secara konkrit di sekolah. Hal ini penting, karena semata-mata memfokuskan pada anak-anak bermasalah atau anak yang seringmelanggar peraturan, membaut kegiatan bimbingan mengabaikan siswa lain yang dalam beberapa hal justru perlu bantuan untuk memelihara dan pengembangan segenap potensi yang dimilikinya. Ungkapan bahwa anak yang pandai dapat mengurus dirinya sendiri dan tidak perlu bantuan, tentu bukanlah ungkapan seorang guru, dan sebenarnya bukan ungkapan yang pantas dikemukakan pada pendidik.penyelenggaraan bimbingan kelompok, terutama kelompok yang beragam (heterogen) merupakan langka kongrit untuk melayani semua individu.akan tetapi justru hal seperti yang masih jarang di lakukan di sekolah,terutama karena guru tidak memiliki cukup waktu untuk melakukannya.
E. Urgensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).
Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut. Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan.
Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar jangkauan kemampuan, maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup, dan kesenjangan perkembangan tersebut, di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat, pertumbuhan kota-kota, kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat, revolusi teknologi informasi, pergeseran fungsi atau struktur keluarga, dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri.
Oleh karena hal-hal seperti itulah kenapa bimbingan dan konseling sangat dibuthkan didalam duni pendidikan, terutama sekolah.
PENUTUP
1.Pengertian bimbingan dan konseling di sekolah:
Menurut PP No. 28/1990 Tentang Pendidikan Dasar Bab X Bimbingan pasal 25 ayat (1) Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan pada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan, ayat (2) Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing, ayat (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) di atas oleh menteri. PP No. 29/1990 tentang pendidikan menengah Bab X Bimbingan. Pasal 27 Ayat (1) Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan pada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Ayat (2) Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan pada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan, kalimat tersebut telah secara langsung memuat pengertaian dan tujuan pokokbimbingan dan konseling di sekolah.
2.Tujuan bimbingan dan konseling di sekolah:
Tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai: (a) kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, (b) kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, (c) hidup bersama dengan individu individu lain, (d) harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian peserta didik dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat umumnya.
3.Fungsi bimbingan dan konseling di sekolah:
a. Fungsi pemahaman meliputi :
1) Pemahaman tentang diri sendiri peserta didik
2) Pemahaman tentang lingkungan peserta didik, lingkungankeluarga, sekolah dan masyarakat
3) Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasukinformasi jabatan, pekerjaan, sosial, budaya dan nilai-nilai)
b. Fungsi pencegahan yang akan menghasilkan tercegahnya dan terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan mengganggu dan menghambat dalam proses pegembangannya.
c. Fungsi penuntasan yang akan menghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik
d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yang akan menghasilkan terpelihara dan berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik.
4.Sasaran bimbingan dan konseling di sekolah:
Sasaran bimbingan dan konseling mencakup:
·Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, aga, agama, dan status social ekonomi.
·Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku yang unik dan dinamis.
·Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama pada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanan.
5.Urgensi bimbingan dan konseling di sekolah:
Bimbingan dan konseling diadakan di sekoloah bukan hanya untuk peserta didik yang ada masalah atau yang bermasalah, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).
Jones, J.J. 1987. Secondary School Administration. New York: Mc Graw Hill Book Company.
Prayitno. 1997. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SLTP). Jakarta: kerjasama koperasi karyawan pusgrafin dengan penerbit Penebar Aksara.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
1.a). Menurut saya pribadi ada beberapa faktor yang menyebabkan ini terjadi:
1.Kurangnya pengawasan keluarga umumnya dan orang tua khususnya dalam mengontrol, menjaga, dan mengawasi anank-anaknya, orang tua adalah sekolah pertama bagi anaknya, kalau mereka mempersiapkan anaknya sebaik mungkin, maka mereka mereka mempersiapkan generasi yang tangguh. Atau lemahnya pengawasan terhadap pergaulan anak dan minimnya teladan dari orang tua dalam sikap keseharian terhadap anak-anaknya.
2.Sekolah juga berperan dalam mengawasi anak-anak, terutama di lingkungan sekolah, agar anak-anak terhindar dari pengaruh dunia luar yang tidak diinginkan.
3.Terlalu bebasnya gerak gerik seorang anak yakni dimana seorang anak bebas melakukan apa saja, kaarna orang tuanya tidak membatasi gerak gerik anaknya, dan hanya memikirakan pekerjaan dan bukan anaknya
seorang anak kurangnya mendapatkan pendidikan agama ataupun penanaman nilai keagamaan, sehingga anak tersebut tidak tau batasan-batasan tidakan yang dibolehkan agama dan yang dilarang agama.
4.Dan juga disebabkan oleh besarnya pengaruh lingkungan yang sangat tidak bisa dihindarkan (pesatnya peredarran video porno), dimana seorang anak pada saat ini sangat mudah untuk mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi, seperti di Televisi, Koran, Internet, dan yang lainnya.
5.Karena tanpa adanya nilai-nilai agama dalam diri seorang anak, dan kurangnya peran orang tua dalam menjaga anaknya, serta pengaruh lingkungan yang tak bisa dihindarkan lagi, maka dengan mudah saja seorang anak melakukan hal-hal yang seperti terdapat pada soal di atas.
b). Tidak ada, semua itu terjadi dikarnakan oleh 5 hal pada jawaban no 1 tadi, bukan karna kesalahan pendidikan. Menurut saya pribadi dunia pendidikan telah memberika yang terbaik, seperti pengadaan sekolah gratis (wajib blajar 9 tahun). Sekolah islam yang mengusung nama sebagai sekolah terpadu/ IT tersebut tidaklah salah, karena mereka (sekolah tersebut) berusaha memadukan antara agama dan teknologi agar para murid-muridnya yang mengenyam pendidikan disana bisa memahami agama dan teknologi yang semakin hari semakin berkembang dengan pesat dan dimana kita harus, wajib, dan terpaksa mengikutinya agar tidak ketinggalan teknologi (Gaptek).
c). Solusi yang dapat saya berikan prespektif subyek pendidikan, sebailknya mereka sebagai orang tua harus berusaha lebih baik dalam menjaga, mengontrol, dan mengawasi anak-anaknya, terutama di rumah dan lingkungan, dengan cara membatasi gerak gerik, cara bergaul dan kalau perlu kita harus tau dengan siapa saja anak kita berteman, dan juga seorang guru atau pengajar jangan hanya sebagai pengajar atau pentransfer ilmu, setelah itu pualang, alangkah lebih baik seorang pengajar juga merangkap juga sebagai pendidik, dengan memberikan pengarahan hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dan jika perlu, ajak mereka untuk mempraktekkannya. Agar anak didik mempunyai akhlak yang baik serta agar tercapainya tujuan pendidikan Islam, yakni; Tauhid, Amal Sleh, dan Amar ma’ruf Nahi Munkar. Insya Allah tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diiginkan seperti soal di atas.
2.a). Menurut Beberapa Tafsir
1.Menurut Tafsir Al-Misbah
semua ayat itu berisiakan tentang nasehat Luqman kepada anaknya, yang mengatakan, bahwa perlunya menghindari syirik dan mempersekutukan Allah, dan larangan ini mengandung tentang kekuasaan tuhan (Ayat 13). Nasehat sehat Luqman tentang berbakti kepada kedua orang tua (Ayat 14). Nasehat Luqman yang melarang anaknya jangan mengikuti perintah orang tua yang menyuruh anaknya berbuat yang tidak sesuai dengan agama Islam (Ayat 15). Luqman juga menasehati anaknyakalau segala sesuatu yang kita lakukan itu di dunia ini akan dihitung walaupun sebesar biji sawi (Ayat 16). Dilanjutkan dengan nasehatnya yang berisi perintah tentang melaksanakan shalat dan berbuat baik, mencegah kemungkaran, dan bersabar terhadap apapun yang terjadi padamu (Ayat 17). Dan terakhir tentang bagaimana bagaiman akhlak dan sopan santun dalam berinteraksi dengan sesame manusia (Ayat 18). Dan janganlah kamu angkuh dan sombong ketika berjalan d I depan orang ramai (Ayat 19).
2.Menurut Tafsir Ibnu Katsir
Menurut tafsir ini, Luman berpesan agar anaknya menyembah Allah Yang Esa, Tiada sekutu bagi-Nya. Kemudian dia mewanti-wanti anaknya bahwa “sesungguhnya mempersekutukan itu benar-benar merupakan kezaliman yang besar. Kemudian Luqmanmemebarengkan pesan beribadahvkepada Allah Yang Esa dengan berbuat baik kepada orang tua dan menentang orang tua jika perintah orang tua berlawanan dengan Islam (Ayat 13, 14, dan 15). Luqman juga berkata kepada anknya, dirikanlah shlat, bersabar, dan indatlah segala sesuatu yang kita buat di dunia ini akan di perhitungkan di akhrat, dan jangan sombong atau angkuh ketika berjalan di deapn orang ramai (Ayat 16, 17, 18, dan 19).
3.Menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an
Pernyataan Luqman tentang larangan syirik, berbuat baik kepada kedua orang tua, dimana orang tua untuk menjamin kehidupan anaknya cukup dengan fitrah. Dan Luqman juga berwasiat untuk anaknya bahwa setiap tindakan dan apapun yang kita lakukan di dunia ini akan diperhitungkan di hari akhir nanti.dan Luqman juga mewasiatkan kepada anaknya bagaiman adap seorang dai kepada Allah, mendakwahi manusia kepada kebaikan tidaklah boleh seseorang berbusung dada atas manusia dan bersombong diri atas nama pemimpin bagi mereka kepada kebaikan, apalagi kesombongan itu dilakukan oleh orang yang tidak mengajak kepada kebaikan (Ayat 13-19).
b).Metode yang digunakan Luqman adalah metode “Nasehat”. Dimana Luqman memberikan nasehat kepada anaknya dengan diiringi praktak oleh Luqman itu sendiri, sehingga anaknya bisa mengerti, memahami, mengetahui, dan mengimplementasikannya dengan mudah. Karena, Luqman juga mendidik anaknya dengan baik sehingga mampu diatasi dengan menggunakan metode nasehat ini (Al Mauizoh).
c).Menurut saya pribadi, kalau hanya menggunakan metode nasehat saja dalam mendidik anak pada masa sekarang ini, saya sendiri berani menjamin tidak akan berhasil sepenuhnya. Ada untuk beberapa orang anak bisa dinasehati, tapi kebanyakan anak-anak pada zaman sekarang sangat susah untuk dinasehati. Nasehat kita hanya berlaku ketika anak itu dihadapan kita, tapi kalau di belakang kita, tidak akan dipedulikan lagi. Menurut saya alangkah lebih baik jika digunakan penggabungan beberapa metode, seperti; pertama, diberi nasehat, kalau tidak berhasil, dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada anak jika ia mau mengikuti perintah kita sebagai orang tua, jika tidak juga, diri ancaman berupa hukuman, dimana jika ia masih tidak mau menuruti kita sebagai orang tua, baru diberikan pukulan, yang sesuai dengan anjuran Islam.
Jadi, untuk zaman sekarang ini anank tidak bisa di didik dengan menggunakan metode nasehat/ metode Luqman.
3. a). Hidden Curriculum Ideologi Kapitalis Masuk Kelas
Tidak bisa di bayangkan jika ideologi ini masuk kelas, karena ideologi ini pendidikan mulai melemah dan cenderung digunakan dalam sistim individual tanpa adanya program kebersamaan dalam mengelola pendidikan. Dan ideologi ini juga memisahkan antara agama, idividu, masyarakat, dan segala sesuatu yang dimana hanya menguntungkan satu pihak aja. Maka ideologi ini sungguh sngat tidak berbahaya jika sampai masuk ke kelas.
b).Menurut saya kurikulum yang cocok dan sesuai dengan tujuan pendidikan Islam adalah kurikulum yang memadukan pendidikan dengan agama dan aqidah, dalam pandangan sistem pendidikan Islam, semua unsur pelaksana pendidikan harus memberikan pengaruh positif kepada anak didik sedemikian sehingga arah dan tujuan pendidikan didukung dan dicapai secara bersama-sama.
Jadi, kurikulum tidaklah salah, sebenarnya semua itu didasarkan atas tidak berfungsinya guru/ dosen dan rusaknya proses belajar mengajar tampak dari peran guru yang sekadar berfungsi sebagai pengajar dalam proses transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tidak sebagai pendidik yang berfungsi dalam transfer ilmu pengetahuan dan kepribadian (transfer of personality), karena memang kepribadian guru/dosen sendiri banyak tidak lagi pantas diteladani.
Practice, activities and task are not strange for us, especially for students. May be, every day every student always fined this word in their school. All of them are different, but they have same function, that is as evaluator for every student. From practice, activities, and task a teacher can know the skill of their students and how long the students can understand and master the material that give by the teacher.
Some of students don not like, if their teacher give they a practice, an activities or a task, because they think it is very difficult to do or to finish it. It is not true at all. As long as writer know all of them is good, because from finish they all, we can know our skill.
So, in this paper writer try to explain differentiate and definition of drill/ practice, activities, and task.
B.Differentiate of Drill or Practice, Activity and Task
1.Practice or drill
Practice or drill is something that always given by a leader to their follower or given by a teacher to their students. So that, their follower or students can be wise in the future. Usually, practice consist of; exercise, task, assignment and etc.
For example:
The teachers give a practice, which is given some task or assignment to their students.
1. a person who prepares food
(a)cook
(b)overall
(c)advert
(d)care
2. house; dwelling; structure; premises
(a)building
(b)coverage
(c)monitor
(d)terminal
2.Activity
There are some definitions of activities;
-An activity can be something you are just doing, and it may or may not have any purpose. Someone may or may not have told you to do it
-An educational process or procedure intended to stimulate learning through actual experience
-Any specific behavior; "they avoided all recreational activity"
-The capacity of a substance to take part in a chemical reaction; "catalytic activity" (chemistry)
-A process existing in or produced by nature (rather than by the intent of human beings); "the action of natural forces"; "volcanic activity"
For example:
The teachers ask the students to make an activity, such as in ESL
Kind activities in ESL
Strange Expressions
1. What does the expression "If I do not get a job soon, I will be up a creek" mean?
a. I like to swim instead of work.
b. Tomorrow, I will go to the creek to see if there is work there.
c. I will be in trouble.
d. I will be angry.
e. I can not swim, and I can not get a job.
2. What does the expression "out to lunch" mean when the person described is not literally having lunch?
a. The person is eating.
b. The person likes lunch and eats all day long.
c. The person is uneducated.
d. The person is not concentrating or focusing and seems weird.
e. The person has a great sense of humor.
3. If someone said, "You are the bomb!" she or he probably would be telling you:
a. You have a bad temper.
b. You are a war weapon.
c. You are exceptional and/or wonderful.
d. You are happy.
e. You are dangerous.
3.Task
There are some definitions of task;
-A work item that has to be completed according to specific criteria, usually with a deadline.
-A subunit of a job or the group of activities that accomplishes the work objective or job.
-Tasks are elements that an author uses to direct a player through a cartridge.
-A piece of work assigned or done as part of one's duties.
-Any piece of work that is undertaken or attempted; "he prepared for great undertakings"
-A specific piece of work required to be done as a duty or for a specific fee; "estimates of the city's loss on that job ranged as high as a million dollars"; "the job of repairing the engine took several hours"; "the endless task of classifying the samples"; "the farmer's morning chores".
For example:
ExamplesofTaskType and Matching
1. If I see him, I will give him your letter.
2. She is working in Sao Paolo.
3. Live been to China.
4. If I were you, I’d talk to him about it.
5. She was running along the High Street when I saw her.
After read these explanation, we know that drill or practice, activities, and task are good, especially for students.
Because, if the students always do practice, activities, and task they can increase, add their skill, and also can be wise in the future. So, never be a lazier. Let’s do it.
D. Bibliography
M. Dauer, Rebecca. Accurate English a complete course in Pronunciation. New Jersey: prentice- hall, inc., 1993.
Wardiman, Artono. The Global Language for SLTP Students. Bandung: Grafindo Media Pratama, 2003.
Saukah, Ali. English for Senior High School. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993.